Penyakit Hipertensi

HIPERTENSI

( Tekanan Darah Tinggi )


Tekanan yang terjadi pada pembuluh darah arteri disebabkan oleh pemompaan untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh oleh jantung.

Jantung kita tidak hanya memompa darah secara terus menerus, tetapi juga mengumpulkan kembali darah yang sudah terpakai dari seluruh bagian tubuh kemudian dipompa kembali ke seluruh tubuh kita.

Pembuluh darah yang menyalurkan darah segar ke seluruh tubuh namanya “Arteri “, sedangkan yang membawa darah yang telah terpakai kembali ke jantung namanya “Vena”. Seluruh sistem jantung, pembuluh darah dan darah, lebih dikenal sebagai sistem sirkulasi darah. Arteri bersifat kuat dan elastis, sehingga dapat menahan tekanan darah yang dipompa ke dalamnya. Arteri bercabang-cabang sampai pada pembuluh yang sangat halus dan kuat dindingnya, berperan sangat penting di dalam mengatur tekanan darah kita.

Apa Itu Hipertensi ?

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).
tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmhg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.

Klasifikasi Hipertensi menurut Joint National Committee VII (≥18 tahun)

Tekanan darah                  Sistolik                       Diastolik

Normal                                < 120                        < 80

Pra hipertensi                     120 – 139                  80 – 89

Hipertensi grade 1             140 – 159                  90 – 99

Hipertensi grade 2              ≥160                        ≤ 100

Kenapa Tekanan Darah Bervariasi ?

Tekanan darah bervariasi dari waktu ke waktu, yang dipengaruhi oleh bermacam-macam penyebab (posisi tubuh, kondisi pernafasan atau emosi, olahraga dan istirahat). Biasanya tekanan darah terendah terjadi saat tidur dan tertinggi jika terangsang (exited), stress atau olahraga. Wajar bila suatu ketika tekanan darah menjadi tinggi dan akan kembali normal setelah beristirahat.

Tekanan darah yang selalu berubah dapat menyulitkan pengukuran yang tepat, sehingga perlu diadakan pengukuran berkali-kali. Berusahalah untuk tenang pada saat tekanan darah sedang diukur. Rasa kuatir dan tidak tenang dapat meningkatkan tekanan darah sesaat, maka pengukuran pada saat ini tidak dapat dijadikan pegangan.

Apa Penyebab Hipertensi ?

Pada sekitar 90% penderita hipertensi, penyebabnya tidak diketahui dan keadaan ini dikenal sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer.
Hipertensi esensial kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.
Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder.
Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal.
Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.
Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:

  1. Penyakit Ginjal
    - Stenosis arteri renalis
    - Pielonefritis
    - Glomerulonefritis
    - Tumor-tumor ginjal
    - Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
    - Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
    - Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
  2. Kelainan Hormonal
    - Hiperaldosteronisme
    - Sindroma Cushing
    - Feokromositoma
  3. Obat-obatan

    - Pil KB
    - Kortikosteroid
    - Siklosporin
    - Eritropoietin
    - Kokain
    - Penyalahgunaan alkohol
    - Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)

  4. Penyebab Lainnya
    - Koartasio aorta
    - Preeklamsi pada kehamilan
    - Porfiria intermiten akut
    - Keracunan timbal akut

Bagaimana Gejala Hipertensi ?

Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).
Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut :
- sakit kepala
- kelelahan
- mual
- muntah
- sesak nafas
- gelisah
- pandangan menjadi kabur

Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak.
Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Apakah Bahayanya Terkena Tekanan Darah Tinggi?

Jantung, otak dan ginjal sanggup menahan tekanan darah tinggi untuk waktu yang cukup lama. Itulah sebabnya mengapa pengidap tekanan darah tinggi umumnya merasa sehat. Tetapi ini tidak berarti tidak membahayakan mereka. Tekanan darah semakin tinggi, semakin berat pula kerja jantung.

Jika tekanan darah tinggi tidak segera diobati, jantung akan menjadi lemah untuk melaksanakan beban tambahan ini yang memungkinkan penyempitan pembuluh darah dan kegagalan jantung dengan gejala-gejala: keletihan, nafas pendek (terengah-engah) dan mungkin juga pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

Tekanan darah tinggi juga mempercepat penyumbatan pada arteri yang mengarah pada serangan jantung atau stroke, jika arteri yang mengalirkan darah ke jantung atau ke otak tersumbat. Stroke juga dapat terjadi karena melemahnya dinding pembuluh darah di otak karena tekanan darah tinggi.

Di samping merupakan faktor utama penyakit jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga menimbulkan kelemahan pada arteri bagian lain tubuh seperti pada mata, ginjal dan kaki, jika dibiarkan berkepanjangan maka bagian tubuh tersebut akan mengalami kerusakan yang

Tekanan darah tinggi menahun yang tidak diobati dapat menyebabkan :

  1. Stroke
  2. Arteriosclerosis (kerusakan pebuluh darah)
  3. Serangan jantung atau gagal jantung
  4. Gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal

Apa yang Harus Kita Lakukan ?

Perubahan gaya hidup bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.

Modifikasi Gaya Hidup :

  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Pengaturan pola makan sehat atau diet, makanan sehat rendah lemak kaya sumber serat dan mineral alami
  • Aktifitas fisik dan olahraga teratur

Hipertensi esensial tidak dapat diobati tetapi dapat diberikan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Langkah awal biasanya adalah merubah pola hidup penderita:

  1. Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badannya sampai batas ideal.
  2. Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup) dan mengurangi alkohol.
  3. Olah raga aerobik yang tidak terlalu berat.
    Penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali.

Rekomendasi Pemantauan Tek Darah

Tekanan Darah (mmHg)

Sistolik        Diastolik        Rekomendasi

< 130             < 85                Cek ulang 2 thn

130 – 139       85 – 89          Cek ulang 1 thn

140 – 159        90 – 99         Kontrol 2 bln

160 – 179       100 – 109      Kontrol 1 bln

> 180              > 110            Kontrol 2 minggu

Penuntun Diet Hipertensi

Prinsip dasar dalam pengaturan makanan terkait hipertensi adalah :

  • Makanan beraneka ragam mengikuti pola gizi seimbang
  • Jenis & komposisi makanan sesuai dg kondisi penderita
  • Jumlah garam disesuaikan dg berat ringannya penyakit & obat yg diberikan

Makanan yg Dianjurkan :

  • Makanan yg segar : karbohidrat, protein nabati & hewani, sayuran & buah yg byk mengandung serat
  • Makanan yg diolah tanpa atau sdkt menggunakan garam natrium, vetsin, kaldu bubuk
  • Sumber protein hewani : Daging/ayam/ikan max 100 gram/hari. Telur ayam/bebek 1 butir/hari
  • Susu segar : 200 ml/hari
  • Makanan/minuman dan sari buah segar

Makanan yg Dibatasi :

  • Garam dapur
  • Penggunaan bahan makanan yg mengandung sodium : soda kue

Makanan yg Dihindari :

  • Otak, ginjal, paru, jantung, daging kambing
  • Makanan yg diolah dg garam natrium : Biskuit, crackers,kue kering, keripik
  • Makanan & minuman kalengan : sarden, sosis, kornet, sayuran & buah kaleng.
  • Mak yg diawetkan : dendeng, abon, ikan asin, pindang ikan, udang kering, telur asin, telur pindang, selai kacang, acar, manisan buah.
  • Mentega & keju
  • Bumbu2 : Kecap, terasi, petis, garam, saus tomat, saus sambel, tauco, bumbu penyedap.
  • Makanan yg mengandung alkohol : Durian, tape.

Tips mengatur Diet :

  • Rasa tawar perbaiki dg bumbu yg tdk mengandung natrium : gula,bawang merah/putih, jahe, salam
  • Makanan lebih enak ditumis, digoreng, dipanggang walau tanpa garam
  • Garam diatas meja makan tdk lebih dari 1 sdt / hari
  • Konsultasi ke dokter bila akan mengkonsumsi suplemen

freddyc.nugroho@krakatausteel.com

Sumber Referensi :

Edukasi penyakit klinis hipertensi, Promosi Kesehatan PT.KS tahun 2008

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) … part 1

Work Musculosceletal Disorder’s (WMSDs)


Disk Ruptured – Diskus Rusak
( Herniasi diskus;diskus terpelocok )

Definisi :

  • Kerusakan bertahap atau mendadak pada ligamen pendukung di sekitar diskus ( bantalan yang memisahkan dua ruas tulang punggung )
  • Bagian tubuh yg terkena :
  1. Diskus di leher
  2. Diskus di bagian bawah ( paling sering )

Tanda & Gejala :

  • Nyeri berat di punggung sebelah bawah atau bagian belakang tungkai, bokong atau kaki. Nyeri biasanya menyerang satu sisi dan memburuk bila bergerak, batuk, bersin, mengangkat beban atau meregangkan otot.
  • Kelemahan tubuh, kebas atau otot kaki yg terkena mengecil.

Penyebab :

  • Jaringan Diskus pecah & melemah.
  • Tekanan pada syaraf spinal di dekatnya.
  • Pecahnya Diskus disebabkan oleh cedera mendadak atau terus-menerus mengangkat beban atau karena kegemukan.

Resiko Meningkat :

  • Mengangkat baban berat.
  • Kondisi fisik buruk.

Pencegahan :

  • Posisi yang benar sewaktu mengangkat barang.
  • Latihan senam secara teratur utk mempertahankan otot dlm keadaan baik.

Komplikasi :

  • Fungsi buang air besar & kecil hilang.
  • Lumpuh.
  • Otot mengecil & melemah.

Penatalaksanaan :

  1. CATATAN

    Ikuti instruksi dokter anda.

  2. TINDAKAN UMUM
  • Kompres kantong es diatas tempat yg sakiti ( jika memang ada perbaikan).
  • Mengurangi nyeri dgn menggunakan lampu pemanas, mandi air panas, kompres / bantalan pemanas.
  1. PENGOBATAN
  • Untuk rasa tidak enak ringan dapat digunakan obat bebas seperti aspirin.
  • Dokter akan memberikan :
  1. obat penawar nyeri.
  2. pelemas otot.
  3. obat mengurangi peradangan disekitar diskus yang rusak.
  4. pencahar atau pelunak tinja untuk mencegah sembelit.
  1. AKTIVITAS
  • Istirahat di tempat tidur sekurangnya 2 minggu selama fase akut.
  • Mulailah aktivitas normal jika gejala membaik.
  1. DIET
  • Tidak ada diet khusus.
  • Makanlah lebih banyak serat dan minum 8 gelas cairan per hari untuk mencegah sembelit atau tinja keras.

Hubungi Dokter :

  • Anda memiliki gejala diskus rusak.
  • Hal berikut timbul selama pengobatan :
    • Nyeri dan kelemahan di anggota gerak bertambah
    • Tidak dapat mengendalikan buang air besar dan kencing.
    • Timbul gejala baru atau obat menimbulkan efek samping.

freddyc.nugroho@krakatausteel.com (dari berbagai sumber).

Bahaya Mercury Pada Lampu TL

BAHAYA MERCURY PADA LAMPU TL

Lampu pijar sebagai sumber penerangan bagi pemukiman ataupun industri / komersial, akhir-akhir ini telah banyak digantikan oleh Lampu TL ( Fluorescent Lamp ). Lampu yang terang benderang dan hemat energi adalah pilihan tepat mengontrol rekening listrik tiap bulan, juga memiliki cahaya yang lembut ( tidak sakit mata ), cahaya lebih terang dan umur lebih panjang dari pada lampu pijar. Dan dalam skala lebih besar membantu menghambat pemanasan global.

Namun informasi efek samping dari lampu TL itu tidak banyak diketahui, bahkan nyaris tidak ditemukan di kemasannya.

SEKILAS PRINSIP KERJA LAMPU TL DAN KANDUNGAN DIDALAMNYA

Lampu TL tidak bekerja berdasarkan pemijaran filamen tetapi menghasilkan cahaya berdasarkan terjadinya pelepasan elektron dalam tabung lampu. Pada kedua ujung tabung terdapat filamen tungsten yang dilapisi suatu bahan yang dapat beremisi. Untuk lampu tabung filamen ini disebut juga elektrode. Salah satu filamen yang ada pada ujung tabung berfungsi sebagai anoda dan yang satunya berfungsi sebagai katoda, untuk itu dibutuhkan daya aktif ( watt ) pada lampu TL. Berdasarkan cara kerjanya, lampu TL terdiri dari 2 macam yaitu lampu dengan rangkaian yang menggunakan stater dan lampu dengan rangkaian tanpa starter. Konstruksi lampu TL yang standart terdiri dari tabung gelas yang terbuat dari kaca soda kapur dan di dinding bagian dalamnya dilapisi oleh bubuk fosfor sehingga tabung kelihatan berwarna putih susu. Kawat tungsten yang merupakan elektrodanya dilapisi oleh pemancar thermionic. Elektroda ditempelkan dengan cara dijepit pada sebuah lead wire. Untuk lampu yang bekerja ekstra, pada elektroda biasanya dilindungi dengan perisai elektroda yang gunanya untuk menghindari terjadinya bercak hitam di ujung-ujung tabung lampu. Bercak hitam ini terjadi karena penguapan pemancar dari elektroda.

Lampu diisi dengan gas mulia seperti : argon pada tekanan 200 pa – 660 pa. Yang fungsinya untuk membantu proses penyalaan lampu.

Mercury ( Hg ) dimasukkan kedalam tabung yang digunakan dalam pembentukan cahaya. Pada temperatur waktu lampu tersebut beroperasi terdapat tekanan dari Mercury. Dan radiasi yang dikeluarkan oleh pancaran merkury adalah sinar ultra violet dengan panjang gelombang 253 – 257 nm. Lapisan fosfor pada bagian tabung berfungsi untuk mengkonversikan sinar ultra violet menjadi cahaya tampak sehingga intensitas cahaya meningkat.

BAHAN BERBAHAYA DALAM LAMPU TL

Selama ini pemerintah kurang mensosialisasikan bahaya lampu TL atau yang sering kita sebut lampu “neon”. Masalahnya lampu hemat energi yang selama ini digalakkan oleh pemerintah tidak dibarengi oleh informasi penting mengenai bagaimana mengelola limbah lampu TL. Padahal setidaknya sekali dalam setahun kita mengganti lampu TL di rumah kita, apakah itu karena sudah rusak (akibat bocor) atau karena pecah (nah ini lebih berbahaya).

Lampu TL mengandung sampai 5 miligram MERCURY (dalam bentuk uap atau bubuk) yang jika ceroboh menggunakannya dapat membahayakan keselamatan terutama untuk balita, anak-anak dan wanita hamil. Dengan catatan bahaya itu akan timbul jika bola lampu pecah. Uap raksa ini menkonversi energi listrik menjadi cahaya ultraviolet sehingga substansi fosfor pada tabung menjadi berpendar.

Inilah bedanya lampu pijar dan lampu TL kalau lampu pijar (bohlam) menyala karena adanya tahanan di kumparan tungstennya tetapi kalau lampu TL itu menyala karena BERPENDAR. Jadi antara PIJAR dan BERPENDAR adalah berbeda. untuk berpendar hanya membutuhkan sedikit energi, makanya lampu TL wattnya kecil.

Menurut laporan yang dikeluarkan lembaga penelitian Mercury Policy Project yang dibentuk negara bagian Maine dan Vermont Amerika Serikat, pemakaian lampu hemat energi disarankan untuk terus dilanjutkan, namun ada hal-hal tertentu yang harus dipahami benar oleh konsumen. Seperti jangan menggunakannya untuk lampu meja terutama di rumah yang ada anak kecil atau binatang.

Sudah pasti kita tahu kalau beberapa miligram Mercury / Uap Raksa saja bisa meracuni metabolisme tubuh manusia, apalagi bila terkena pada anak-anak bisa menurunkan IQ dan berdampak panjang pada usia lanjut. Uap raksa ini adalah Neurotoksin / racun yang sangat berbahaya dan berakibat fatal pada otak dan ginjal. Jika merkury terakumulasi dalam tubuh dapat merusak sistem syaraf, janin dalam kandungan, dan anak-anak.

Penggunaan lampu TL dapat menghemat energi 2/3 pembangkit listriknya. Cukup signifikan memang dibanding dengan penggunaan lampu pijar yang menkonsumsi banyak daya. Lampu TL sampai saat ini masih menggunakan Mercury karena memang belum ada pengganti sebaik mercury.

BAGAIMANA CARA MENGATASI LAMPU TL YANG PECAH DALAM SUATU RUANGAN ?

Berikut ini ada beberapa langkah bila sengaja ataupun tidak sengaja lampu TL pecah dalam suatu ruangan :

Hal pertama yang dilakukan adalah menjauhkan anak-anak dari ruangan, dan membuka ventilasi udara lebar-lebar. Jangan menggunakan penyedot debu meskipun pecahan lampu itu bertebaran di karpet. Saat membersihkan , gunakan sarung tangan karet dan kertas untuk memungut serpihan kaca. Bersihkan daerah yang terkena dengan menggunakan handuk basah. Jika ada penghuni rumah yang masih anak-anak atau wanita hamil sebaiknya memotong karpet yang terkena serpihan dan membuangnya.

  1. Sebelum membersihkan buka semua ventilasi ruangan ( jendela, pintu ) dan tinggalkan ruangan paling tidak 15 menit.
  2. Matikan semua sistem ventilasi yang menggunakan kipas termasuk AC.
  3. Bila lampu pecah di permukaan seperti lantai, ambilah pecahan kaca menggunakan kertas yang agak kaku atau karton dan tempatkan di kantong plastik
  4. Gunakan selotip atau isolasi untuk mengambil sisa-sisa serpihan halus / remah-remah kaca.
  5. Seka lantai dengan lap basah dan buang di kantong plastik.
  6. Jangan sekali-kali menggunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan pecahan kaca, karena akan memperluas sebaran debu serbuk mercury.
  7. Segera buang kantong plastik yang tutup rapat dengan membuangnya sejauh mungkin ( di negara maju untuk pembuangan sampah khususnya limbah lampu TL diatur secara ketat dan ada recycling center khusus lampu TL ini ).
  8. Cuci tangan.

Catatan : Untuk di area Industri yang menggunakan lampu TL sebaiknya limbah lampu TL nya dilakukan pengelolaan dan ditempatkan ditempat yang khusus misalnya di TPS B3.

ADAKAH PENGGANTI LAMPU TL YANG BEBAS MERCURY ?

Negara Jerman berhasil memproduksi lampu hemat energy yang bebas bahan berbahaya mercury yang bisa mengganggu kesehatan manusia. Yaitu lampu jenis Light Emitting Diode ( LED ) yang diproduksi oleh Megaman ( salah satu produsen lampu terkemuka di Jerman ).

Keunggulan dari lampu LED selain hemat energi dan bebas mercury adalah inovasi pencahayaan yang baik. Lampu ini mampu mengatur panas sehingga menjadi tolok ukur industri lampu lainnya. Lampu LED Megaman bisa menghemat energi listrik lebih dari 80 persen. Bila lampu hallogen menghabiskan energi listrik hingga 75 watt dengan sinar terangnya yang sama, LED hanya mengkonsumsi listrik 15 watt dan bisa memiliki sudut pandang cahaya yang sama dengan hallogen sehingga kekuatan cahaya yang dihasilkan lebih terang. Namun lampu yang baru diproduksi itu memiliki daya 7 hingga 15 mega watt dengan harga yang relatif masih mahal ( mulai dari Rp.500 ribu hingga jutaan rupiah ).

Dikutip dari majalah KSG (email: m.naskuri@krakatausteel.com)


Selamatkan Bumi Dari Perubahan Iklim

SELAMATKAN BUMI

DARI PERUBAHAN IKLIM

Isu lingkungan paling dominan pada dekade terakhir ini adalah isu Pemanasan Global ( Global Warming ) beserta tata kaitan permasalahannya. Pemanasan global membangkitkan fenomena perubahan iklim yang pada gilirannya menjadi biang bencana lingkungan dari skala paling kecil sampai dengan bencana lingkungan dahsyat yang berpotensi meluluh lantakkan kehidupan di Bumi.

Bencana itu antara lain berupa badai yang dari tahun ke tahun semakin ganas, iklim yang tidak stabil, temperatur yang meningkat, kenaikan muka air laut, mencairnya es di kutub, banjir dan sebagainya.

International Govermental Panel on Climate Change ( IPCC ) mengatakan bahwa terdapat bukti baru dan kuat dari hasil pengamatan selama 5 tahun terakhir bahwa pemanasan global disebabkan oleh ulah dan kegiatan manusia. Akibat meningkatnya konsentrasi emisi Gas Rumah Kaca ( GRK ) di troposfer.

Gas Rumah Kaca ( GRK ) adalah : gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh Bumi sehingga menyebabkan suhu di permukaan bumi menjadi hangat. Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkatkan pemanasan bumi. Sumber utama dari emisi gas rumah kaca adalah bahan bakar minyak bumi. Setiap kali kita mengendarai mobil, menggunakan listrik yang dihasilkan dari pembangkit dengan bahan bakar batu bara, atau pemanas ruangan, maka hal-hal tersebut dapat menimbulkan karbon dioksida terlepas ke udara sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya peningkatan suhu di muka bumi yang umum disebut pemanasan global (global warming).

Pemanasan global kemudian pada prosesnya menyebabkan terjadinya perubahan seperti meningkatnya suhu air laut, yang dapat menyebabkan meningkatnya penguapan di udara dan berubahnya pola curah hujan serta tekanan udara. Perubahan tersebut pada gilirannya menyebabkan terjadinya Perubahan Iklim yang menimbulkan dampak-dampak yang merugikan bagi kehidupan umat manusia. Kekeringan, gagal panen, krisis pangan dan air bersih, hujan badai, banjir, tanah longsor serta wabah penyakit tropis dan sebagainya.

Ada 6 jenis gas yang digolongkan sebagai gas rumah kaca sebagaimana yang di atur dalam Protokol Kyoto antara lain :

  • Karbon dioksida ( CO2 )
  • Gas Metan ( CH4 )
  • Natrius Oksida ( N2O )
  • Sulfurheksa florida ( SF6 )
  • Perflorokarbon ( PFCs )
  • Hidroflorokarbon ( HFCs )

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim dalam prosesnya terjadi secara perlahan sehingga dampaknya tidak langsung dirasakan saat ini, namun akan sangat terasa bagi generasi mendatang.

Berikut adalah beberapa dampak yang akan terjadi akibat perubahan iklim :

  1. Mencairnya Es di Kutub.
  2. Meningkatnya permukaan air laut
  3. Terjadinya Deposisi Alam
  4. Penipisan Lapisan Ozon
  5. Perubahan Presipitasi

Dampak perubahan iklim bagi Indonesia antara lain :

  1. Kenaikan temperatur dan berubahnya musim
  2. Naiknya permukaan air laut
  3. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Perikanan
  4. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Kehutanan
  5. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Pertanian
  6. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Kesehatan

APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN UNTUK MEMPERLAMBAT LAJU PEMANASAN GLOBAL ?

Berbuat kecil tetapi mempunyai efek yang besar terhadap lingkungan merupakan sesuatu hal yang membanggakan. Sebagai individu didalam masyarakat global, kita mempunyai tanggung jawab untuk memelihara lingkungan. Salah satunya dengan menekan tingkat emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer terutama yang berasal dari kegiatan kita. Keterkaitan seluruh pihak juga sangat diperlukan baik Pemerintah, individu dan Industri dalam menghadapi pemanasan global.

Hal-hal praktis dan mudah yang dapat kita lakukan untuk mencintai dan melestarikan fungsi Bumi kita antara lain adalah :

  1. Tanamlah pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan kita sebab pohon mampu menghisap CO2 sepanjang hidupnya. Sejak dini kita harus memberikan pemahaman pada anak-anak kita akan pentingnya pohon dan membuang jauh-jauh fikiran / opini –opini yang selama ini sering terjadi ditengah-tengah kita bahwa pohon adalah tempat hantu / kuntilanak maka supaya hantunya pergi pohon harus ditebang, ini adalah pemahaman yang salah. Biarlah kita hidup pada dunia masing-masing, yang paling penting kita selalu berdo’a memohon perlindungan pada Alloh SWT.
  2. Matikan lampu / AC / TV & alat elektronik setiap kali selesai digunakan.
  3. Gunakan lampu dan peralatan elektronik rumah tangga / kantor yang hemat energi.
  4. Menghemat pemakaian air berarti akan mengurangi beban kerja pompa air yang memerlukan energi listrik tinggi.
  5. Rawat AC dan alat elektronik secara rutin agar berfungsi secara optimal.
  6. Jangan biarkan pintu kulkas terbuka terlalu lama karena energi akan terbuang percuma.
  7. Sekiranya memungkinkan lakukan daur ulang kertas koran dan kaleng-kaleng bekas dengan terlebih dahulu memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Selanjutnya sampah organik dapat dijadikan kompos.
  8. Belilah barang-barang daur ulang yang berarti juga ikut membantu mengurangi polusi dari pabrik-pabrik.
  9. Hindari membakar sampah dipekarangan rumah.
  10. Jangan biarkan mesin kendaraan terus menyala saat parkir.
  11. Untuk jarak dekat, usahakan tidak menggunakan kendaraan bermotor. Saat sekarang ini sudah banyak kita jumpai aktifitas Bike To Work ( BTW ), ini adalah salah satu contoh yang baik . Dan jika harus menggunakan kendaraan bermotor usahakan memenuhi kendaraan sesuai kapasitas penumpang.
  12. Rawat dan pelihara kendaraan anda secara teratur untuk mencegah terjadinya kebocoran atau pembakaran tidak sempurna yang dapat menghasilkan emisi dan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca.
  13. Periksa tekanan ban anda secara teratur. Tekanan udara yang kurang pada ban akan memberi beban pada mesin anda. Tekanan yang akurat dapat mengurangi pemborosan energi.
  14. Istirahatkan kendaraan 2 hari dalam seminggu sehingga dapat membantu mengurangi ribuan kg emisi per tahun.
  15. Lakukan pencampuran BBM kendaraan dengan ethanol 80 % untuk mengurangi gas emisi GRK.

Referensi :

  • Danny.L.D 2000.Climate & Global Environmental Change, prentice hall, canada
  • Dewan Nasional Perubahan Iklim – KLH.

Dikutip dari majalah KSG : m.naskuri@krakatausteel.com


Bahaya Serat Asbes Bagi Manusia

ASBES DALAM KEHIDUPAN KITA

Manfaatnya Luar Biasa Tapi Kita Harus Waspada

freddyc.nugroho@krakatausteel.com. Saya sangat yakin asbes bukanlah benda asing bagi anda, mudah sekali  mendapatkannya dalam berbagai bentuk dan fungsi. Bahkan mungkin setiap hari anda berlindung dari panas dan hujan menggunakan jasa asbes…???

Asbes banyak ditemukan di sekitar kita, beberapa barang yang biasa menggunakan asbes atara lain : 

  • Pipa semen dengan serat asbes
  • Kampas kopling, kampas rem, dan komponen transmisi kendaraan bermotor
  • Pelapis kabel listrik
  • Pelapis pipa heater
  • Panel anti api
  • Produk atap bangunan, dll

 Material Asbes

Asbes atau asbestos adalah salah satu bahan tambang terdiri dari Magnesium-Calsium-Silikat berbentuk serat. Bahan galiannya berupa mineral jenis aktinolit dan krisatil yang berserabut. Krisatil menempati sekitar 95% persediaan asbes dunia. Asbes dapat diperoleh dengan berbagai metode penambangan bawah tanah, namun yang paling umum adalah melalui penambangan terbuka (open-pit mining). Bahan ini memiliki sifat fisik yang kuat dan memiliki ketahanan tinggi terhadap api, panas, serta zat kimia.

Berdasarkan komposisi mineralnya, asbestos dapat digolongkan menjadi :

1. Serpentine:

  • Chysotile (asbes putih) 

2. Amphibole:

  • Actinolit
  • Amosite (asbes coklat)
  • Antrophylite
  • Crosidolite (asbes biru)
  • Tremolite

Dari semua jenis serat asbes, Chrysotile yang paling banyak digunakan dan diperkirakan lebih kurang 90% dari semua macam asbes. Sedangkan untuk golongan Amphibole telah ada larangan penggunaan secara umum.

 Kita Sebagai Pengguna Harus Waspada

Memang tidak semua bahan yang mengandung serat asbes berbahaya bagi kesehatan manusia. Faktor resiko kesehatan akan menjadi sangat kecil apabila material dalam kondisi stabil (solid) sehingga serat asbes terikat kuat dalam matrik bahan. Namun substansi asbestos dengan ukuran tertentu dalam keadaan terpisah (bebas) akan mencemari udara, yang selanjutnya dapat masuk ke dalam tubuh manusia.

Serat asbes berbahaya karena mengandung hidroksida magnesium silikat yang bersifat karsinogen (pemicu penyakit kanker). Jika terhisap, serat asbes akan mengendap di dalam paru-paru. Gangguan kesehatan atau penyakit yang timbul ditentukan oleh dosis serat asbes yang masuk ke dalam tubuh, mulai dari gejala ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) sampai dengan penyakit kronis , yaitu :

1. Mesothelioma

Debu asbes yang telah masuk ke paru-paru, akan bergerak hingga sampai pada selubung paru-paru. Di sini, debu asbes akan merusak DNA dari sel selubung paru (mesothelium), akibatnya kontrol pertumbuhan sel terganggu. Sel yang telah menjadi abnormal akan membelah tak terkendali, kemudian berekspansi dan merusak jaringan di sekitarnya.

  2. Kanker Paru-Paru

Mekanisme timbulnya kanker paru-paru akibat debu asbes hampir sama dengan kanker mesothelioma. Bedanya, yang terkena adalah dinding saluran napas (bronchiolus). Awalnya kerusakan hanya terbatas pada paru-paru, kemudian pada stadium lanjut dapat bermetastasis ke organ tubuh lainnya.

 3. Asbestosis

Debu asbes juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan dan selubung paru-paru. Akibat iritasi, akan terbentuk jaringan parut yang kaku. Jaringan ini perlahan-lahan akan meluas dan menebal sehingga paru-paru tidak bisa lagi mengembang dan mengempis seperti layaknya paru-paru normal. Keadaan ini akan menimbulkan berbagai macam gejala seperti sulit bernapas, napas pendek, batuk, dan nyeri dada. Selain itu, aliran darah paru-paru juga akan terhambat, memaksa jantung untuk bekerja lebih keras. Lama kelamaan, jantung akan membesar. Timbulnya jaringan parut di paru-paru akibat debu asbes disebut asbestosis.

Dampak bahaya dari menghirup serat asbes tidak bisa dilihat dalam jangka waktu singkat. Terkadang gejala penyakit ini baru muncul dalam waktu 20-30 tahun setelah terpapar serat asbes pertama kali.

 Pengendalian Resiko Bahaya Serat Asbes

Pengendalian resiko yang dapat kita lakukan tentu saja dengan subtitusi material yang mengandung asbestos dengan material lain. Di pasaran sudah terdapat material pengganti sebagai alternatif asbestos yaitu :

  • Kalsiboard (serat selulosa, silika, zat aditif, semen, dan air)
  • Ardex (serat sintetis, serat selulosa, zat aditif, semen, dan air)
  • Seng Eternit (serat sintetis, serat selulosa, zat additif, semen, dan air)

Namun tidak bisa dipungkiri pada saat tertentu kita harus menggunakan material yang mengandung serat asbes karena berbagai alasan, maka yang dapat kita lakukan adalah penanganan material secara benar. Kerusakan pada material yang mengandung serat asbes ini akan menimbulkan debu asbes. Dalam kegiatan penanganan material (memotong, menggergaji, mengebor,menghancurkan,dll) berpotensi terjadi pelepasan atau terpisahnya partikel serat asbes ke udara. Untuk mengurangi paparan dari serat asbes dan melakukan pencegahan jangka pendek bisa dengan melakukan beberapa cara:

  • Sekali lagi, mengidentifikasi lokasi yang menggunakan asbestos dan memperhitungkan resiko yang bisa terjadi. Sebisa mungkin kita hindari apabila masih bisa menggunakan bahan lain yang lebih aman.
  • Menggunakan perlengkapan yang diperlukan seperti masker, kacamata, sarung tangan, dan pakaian ganti pada saat pengerjaan material asbestos.
  • Melakukan penanganan material asbestos dengan cara basah, maksudnya dilakukan penyiraman air ke permukaan bahan sebelum, pada saat dan sesudah pengerjaan.
  • Secara rutin mengontrol dan melakukan penggantian lembaran asbes yang sudah rusak atau berlubang
  • Melakukan pengecatan permukaan bahan sebelum digunakan untuk menghindari pelepasan serat
  • Jauhkan anak-anak dari bahan asbestos
  • Meminimalisir jumlah orang yang kontak dengan material
  • Sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes denga ruangan dalam rumah
  • Limbah tidak dicampur dengan material lain
  • Simpan dengan wadah tertutup dan diangkut dengan truk tertutup yang menjamin limbah tidak beterbangan
  • Jangan membakar limbah & buanglah di lokasi khusus

Sumber :

-    ”Asbestos” (http://www.hse.gov/asbestos/)

-    ”Asbestos” (http://www.epa.gov/asbestos/)