Selamatkan Bumi Dari Perubahan Iklim

SELAMATKAN BUMI

DARI PERUBAHAN IKLIM

Isu lingkungan paling dominan pada dekade terakhir ini adalah isu Pemanasan Global ( Global Warming ) beserta tata kaitan permasalahannya. Pemanasan global membangkitkan fenomena perubahan iklim yang pada gilirannya menjadi biang bencana lingkungan dari skala paling kecil sampai dengan bencana lingkungan dahsyat yang berpotensi meluluh lantakkan kehidupan di Bumi.

Bencana itu antara lain berupa badai yang dari tahun ke tahun semakin ganas, iklim yang tidak stabil, temperatur yang meningkat, kenaikan muka air laut, mencairnya es di kutub, banjir dan sebagainya.

International Govermental Panel on Climate Change ( IPCC ) mengatakan bahwa terdapat bukti baru dan kuat dari hasil pengamatan selama 5 tahun terakhir bahwa pemanasan global disebabkan oleh ulah dan kegiatan manusia. Akibat meningkatnya konsentrasi emisi Gas Rumah Kaca ( GRK ) di troposfer.

Gas Rumah Kaca ( GRK ) adalah : gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh Bumi sehingga menyebabkan suhu di permukaan bumi menjadi hangat. Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkatkan pemanasan bumi. Sumber utama dari emisi gas rumah kaca adalah bahan bakar minyak bumi. Setiap kali kita mengendarai mobil, menggunakan listrik yang dihasilkan dari pembangkit dengan bahan bakar batu bara, atau pemanas ruangan, maka hal-hal tersebut dapat menimbulkan karbon dioksida terlepas ke udara sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya peningkatan suhu di muka bumi yang umum disebut pemanasan global (global warming).

Pemanasan global kemudian pada prosesnya menyebabkan terjadinya perubahan seperti meningkatnya suhu air laut, yang dapat menyebabkan meningkatnya penguapan di udara dan berubahnya pola curah hujan serta tekanan udara. Perubahan tersebut pada gilirannya menyebabkan terjadinya Perubahan Iklim yang menimbulkan dampak-dampak yang merugikan bagi kehidupan umat manusia. Kekeringan, gagal panen, krisis pangan dan air bersih, hujan badai, banjir, tanah longsor serta wabah penyakit tropis dan sebagainya.

Ada 6 jenis gas yang digolongkan sebagai gas rumah kaca sebagaimana yang di atur dalam Protokol Kyoto antara lain :

  • Karbon dioksida ( CO2 )
  • Gas Metan ( CH4 )
  • Natrius Oksida ( N2O )
  • Sulfurheksa florida ( SF6 )
  • Perflorokarbon ( PFCs )
  • Hidroflorokarbon ( HFCs )

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim dalam prosesnya terjadi secara perlahan sehingga dampaknya tidak langsung dirasakan saat ini, namun akan sangat terasa bagi generasi mendatang.

Berikut adalah beberapa dampak yang akan terjadi akibat perubahan iklim :

  1. Mencairnya Es di Kutub.
  2. Meningkatnya permukaan air laut
  3. Terjadinya Deposisi Alam
  4. Penipisan Lapisan Ozon
  5. Perubahan Presipitasi

Dampak perubahan iklim bagi Indonesia antara lain :

  1. Kenaikan temperatur dan berubahnya musim
  2. Naiknya permukaan air laut
  3. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Perikanan
  4. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Kehutanan
  5. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Pertanian
  6. Dampak perubahan iklim terhadap sektor Kesehatan

APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN UNTUK MEMPERLAMBAT LAJU PEMANASAN GLOBAL ?

Berbuat kecil tetapi mempunyai efek yang besar terhadap lingkungan merupakan sesuatu hal yang membanggakan. Sebagai individu didalam masyarakat global, kita mempunyai tanggung jawab untuk memelihara lingkungan. Salah satunya dengan menekan tingkat emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer terutama yang berasal dari kegiatan kita. Keterkaitan seluruh pihak juga sangat diperlukan baik Pemerintah, individu dan Industri dalam menghadapi pemanasan global.

Hal-hal praktis dan mudah yang dapat kita lakukan untuk mencintai dan melestarikan fungsi Bumi kita antara lain adalah :

  1. Tanamlah pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan kita sebab pohon mampu menghisap CO2 sepanjang hidupnya. Sejak dini kita harus memberikan pemahaman pada anak-anak kita akan pentingnya pohon dan membuang jauh-jauh fikiran / opini –opini yang selama ini sering terjadi ditengah-tengah kita bahwa pohon adalah tempat hantu / kuntilanak maka supaya hantunya pergi pohon harus ditebang, ini adalah pemahaman yang salah. Biarlah kita hidup pada dunia masing-masing, yang paling penting kita selalu berdo’a memohon perlindungan pada Alloh SWT.
  2. Matikan lampu / AC / TV & alat elektronik setiap kali selesai digunakan.
  3. Gunakan lampu dan peralatan elektronik rumah tangga / kantor yang hemat energi.
  4. Menghemat pemakaian air berarti akan mengurangi beban kerja pompa air yang memerlukan energi listrik tinggi.
  5. Rawat AC dan alat elektronik secara rutin agar berfungsi secara optimal.
  6. Jangan biarkan pintu kulkas terbuka terlalu lama karena energi akan terbuang percuma.
  7. Sekiranya memungkinkan lakukan daur ulang kertas koran dan kaleng-kaleng bekas dengan terlebih dahulu memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Selanjutnya sampah organik dapat dijadikan kompos.
  8. Belilah barang-barang daur ulang yang berarti juga ikut membantu mengurangi polusi dari pabrik-pabrik.
  9. Hindari membakar sampah dipekarangan rumah.
  10. Jangan biarkan mesin kendaraan terus menyala saat parkir.
  11. Untuk jarak dekat, usahakan tidak menggunakan kendaraan bermotor. Saat sekarang ini sudah banyak kita jumpai aktifitas Bike To Work ( BTW ), ini adalah salah satu contoh yang baik . Dan jika harus menggunakan kendaraan bermotor usahakan memenuhi kendaraan sesuai kapasitas penumpang.
  12. Rawat dan pelihara kendaraan anda secara teratur untuk mencegah terjadinya kebocoran atau pembakaran tidak sempurna yang dapat menghasilkan emisi dan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca.
  13. Periksa tekanan ban anda secara teratur. Tekanan udara yang kurang pada ban akan memberi beban pada mesin anda. Tekanan yang akurat dapat mengurangi pemborosan energi.
  14. Istirahatkan kendaraan 2 hari dalam seminggu sehingga dapat membantu mengurangi ribuan kg emisi per tahun.
  15. Lakukan pencampuran BBM kendaraan dengan ethanol 80 % untuk mengurangi gas emisi GRK.

Referensi :

  • Danny.L.D 2000.Climate & Global Environmental Change, prentice hall, canada
  • Dewan Nasional Perubahan Iklim – KLH.

Dikutip dari majalah KSG : m.naskuri@krakatausteel.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s