Penyakit Hipertensi

HIPERTENSI

( Tekanan Darah Tinggi )


Tekanan yang terjadi pada pembuluh darah arteri disebabkan oleh pemompaan untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh oleh jantung.

Jantung kita tidak hanya memompa darah secara terus menerus, tetapi juga mengumpulkan kembali darah yang sudah terpakai dari seluruh bagian tubuh kemudian dipompa kembali ke seluruh tubuh kita.

Pembuluh darah yang menyalurkan darah segar ke seluruh tubuh namanya “Arteri “, sedangkan yang membawa darah yang telah terpakai kembali ke jantung namanya “Vena”. Seluruh sistem jantung, pembuluh darah dan darah, lebih dikenal sebagai sistem sirkulasi darah. Arteri bersifat kuat dan elastis, sehingga dapat menahan tekanan darah yang dipompa ke dalamnya. Arteri bercabang-cabang sampai pada pembuluh yang sangat halus dan kuat dindingnya, berperan sangat penting di dalam mengatur tekanan darah kita.

Apa Itu Hipertensi ?

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).
tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmhg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.

Klasifikasi Hipertensi menurut Joint National Committee VII (≥18 tahun)

Tekanan darah                  Sistolik                       Diastolik

Normal                                < 120                        < 80

Pra hipertensi                     120 – 139                  80 – 89

Hipertensi grade 1             140 – 159                  90 – 99

Hipertensi grade 2              ≥160                        ≤ 100

Kenapa Tekanan Darah Bervariasi ?

Tekanan darah bervariasi dari waktu ke waktu, yang dipengaruhi oleh bermacam-macam penyebab (posisi tubuh, kondisi pernafasan atau emosi, olahraga dan istirahat). Biasanya tekanan darah terendah terjadi saat tidur dan tertinggi jika terangsang (exited), stress atau olahraga. Wajar bila suatu ketika tekanan darah menjadi tinggi dan akan kembali normal setelah beristirahat.

Tekanan darah yang selalu berubah dapat menyulitkan pengukuran yang tepat, sehingga perlu diadakan pengukuran berkali-kali. Berusahalah untuk tenang pada saat tekanan darah sedang diukur. Rasa kuatir dan tidak tenang dapat meningkatkan tekanan darah sesaat, maka pengukuran pada saat ini tidak dapat dijadikan pegangan.

Apa Penyebab Hipertensi ?

Pada sekitar 90% penderita hipertensi, penyebabnya tidak diketahui dan keadaan ini dikenal sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer.
Hipertensi esensial kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.
Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder.
Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal.
Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.
Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:

  1. Penyakit Ginjal
    – Stenosis arteri renalis
    – Pielonefritis
    – Glomerulonefritis
    – Tumor-tumor ginjal
    – Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
    – Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
    – Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
  2. Kelainan Hormonal
    – Hiperaldosteronisme
    – Sindroma Cushing
    – Feokromositoma
  3. Obat-obatan

    – Pil KB
    – Kortikosteroid
    – Siklosporin
    – Eritropoietin
    – Kokain
    – Penyalahgunaan alkohol
    – Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)

  4. Penyebab Lainnya
    – Koartasio aorta
    – Preeklamsi pada kehamilan
    – Porfiria intermiten akut
    – Keracunan timbal akut

Bagaimana Gejala Hipertensi ?

Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).
Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut :
– sakit kepala
– kelelahan
– mual
– muntah
– sesak nafas
– gelisah
– pandangan menjadi kabur

Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak.
Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Apakah Bahayanya Terkena Tekanan Darah Tinggi?

Jantung, otak dan ginjal sanggup menahan tekanan darah tinggi untuk waktu yang cukup lama. Itulah sebabnya mengapa pengidap tekanan darah tinggi umumnya merasa sehat. Tetapi ini tidak berarti tidak membahayakan mereka. Tekanan darah semakin tinggi, semakin berat pula kerja jantung.

Jika tekanan darah tinggi tidak segera diobati, jantung akan menjadi lemah untuk melaksanakan beban tambahan ini yang memungkinkan penyempitan pembuluh darah dan kegagalan jantung dengan gejala-gejala: keletihan, nafas pendek (terengah-engah) dan mungkin juga pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

Tekanan darah tinggi juga mempercepat penyumbatan pada arteri yang mengarah pada serangan jantung atau stroke, jika arteri yang mengalirkan darah ke jantung atau ke otak tersumbat. Stroke juga dapat terjadi karena melemahnya dinding pembuluh darah di otak karena tekanan darah tinggi.

Di samping merupakan faktor utama penyakit jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga menimbulkan kelemahan pada arteri bagian lain tubuh seperti pada mata, ginjal dan kaki, jika dibiarkan berkepanjangan maka bagian tubuh tersebut akan mengalami kerusakan yang

Tekanan darah tinggi menahun yang tidak diobati dapat menyebabkan :

  1. Stroke
  2. Arteriosclerosis (kerusakan pebuluh darah)
  3. Serangan jantung atau gagal jantung
  4. Gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal

Apa yang Harus Kita Lakukan ?

Perubahan gaya hidup bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.

Modifikasi Gaya Hidup :

  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Pengaturan pola makan sehat atau diet, makanan sehat rendah lemak kaya sumber serat dan mineral alami
  • Aktifitas fisik dan olahraga teratur

Hipertensi esensial tidak dapat diobati tetapi dapat diberikan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Langkah awal biasanya adalah merubah pola hidup penderita:

  1. Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badannya sampai batas ideal.
  2. Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup) dan mengurangi alkohol.
  3. Olah raga aerobik yang tidak terlalu berat.
    Penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali.

Rekomendasi Pemantauan Tek Darah

Tekanan Darah (mmHg)

Sistolik        Diastolik        Rekomendasi

< 130             < 85                Cek ulang 2 thn

130 – 139       85 – 89          Cek ulang 1 thn

140 – 159        90 – 99         Kontrol 2 bln

160 – 179       100 – 109      Kontrol 1 bln

> 180              > 110            Kontrol 2 minggu

Penuntun Diet Hipertensi

Prinsip dasar dalam pengaturan makanan terkait hipertensi adalah :

  • Makanan beraneka ragam mengikuti pola gizi seimbang
  • Jenis & komposisi makanan sesuai dg kondisi penderita
  • Jumlah garam disesuaikan dg berat ringannya penyakit & obat yg diberikan

Makanan yg Dianjurkan :

  • Makanan yg segar : karbohidrat, protein nabati & hewani, sayuran & buah yg byk mengandung serat
  • Makanan yg diolah tanpa atau sdkt menggunakan garam natrium, vetsin, kaldu bubuk
  • Sumber protein hewani : Daging/ayam/ikan max 100 gram/hari. Telur ayam/bebek 1 butir/hari
  • Susu segar : 200 ml/hari
  • Makanan/minuman dan sari buah segar

Makanan yg Dibatasi :

  • Garam dapur
  • Penggunaan bahan makanan yg mengandung sodium : soda kue

Makanan yg Dihindari :

  • Otak, ginjal, paru, jantung, daging kambing
  • Makanan yg diolah dg garam natrium : Biskuit, crackers,kue kering, keripik
  • Makanan & minuman kalengan : sarden, sosis, kornet, sayuran & buah kaleng.
  • Mak yg diawetkan : dendeng, abon, ikan asin, pindang ikan, udang kering, telur asin, telur pindang, selai kacang, acar, manisan buah.
  • Mentega & keju
  • Bumbu2 : Kecap, terasi, petis, garam, saus tomat, saus sambel, tauco, bumbu penyedap.
  • Makanan yg mengandung alkohol : Durian, tape.

Tips mengatur Diet :

  • Rasa tawar perbaiki dg bumbu yg tdk mengandung natrium : gula,bawang merah/putih, jahe, salam
  • Makanan lebih enak ditumis, digoreng, dipanggang walau tanpa garam
  • Garam diatas meja makan tdk lebih dari 1 sdt / hari
  • Konsultasi ke dokter bila akan mengkonsumsi suplemen

freddyc.nugroho@krakatausteel.com

Sumber Referensi :

Edukasi penyakit klinis hipertensi, Promosi Kesehatan PT.KS tahun 2008

3 responses to “Penyakit Hipertensi

  1. Mas, Apa hubungannya hypertensi dengan makan daging kambing? kok banyak orang bilang orang yang hypertensi itu tidak boleh makan – makanan yang bahan bakunya dari kambing.

  2. justin durcia soares

    makasih ya bapak atas materinya ….tolong bapak kirimi saya karya tulis ilmiah dengan hipertensi pak

  3. SAYA TERTARIK DENGAN POSTING INI
    BOLEHKAH SAYA DAPATKAN REFERENSINYA..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s